Home / Sejarah

Menapak Tilas Pertapaan Prabu Airlangga Di Gunung Penanggungan Bagian 3

Berita Bagus - 20 Agustus 2019, 09:48 WIB

Raden Werkudoro

Di gunung penanggungan terdapat bukit-bukit disekitarnya yaitu, Bukit Bekel (1238 m), Gajah Mungkur (1084 m), Sarah Klopo (1235 m), dan Kemuncup (1238 m).

Gunung Penanggungan adalah satu–satunya gunung yang menyimpan paling banyak bukti–bukti arkeologi tentang sejarah Indonesia dimasa lampau, dimana candi candi , patung–patung dan artefak yang dibangun mulai abad VIII dijaman Mpu Sendok dan Airlangga (Kerajaan Medang dan Kahuripan) sampai dengan akhir abad 16 - akhir Kerajaan Majapahit akhir.

Pengertian Pawitra, Tirta Pawitra/Tirta Perwita/Tirta Amerta atau Air Suci menyangkut penimbaan ilmu, hingga dapat disimpulkan bahwa Gunung Pawitra tak lain, adalah tempat menimba ilmu pengetahuan.

Menurut Prasasti Pamwatan bertahun 964 saka (1042 Masehi), prabu Airlangga, nama lengkapnya: SRI MAHARAJA SRI LAKESWARA DHARMAWANGSA ERLANGGA ANANTAWIKRAMA UTTUNGADEWA,setelah wafat diabadikan dalam bentuk patung Bathara Guru dan ditempatkan di Patirtan ( pancuran air) Jolotundo serta di Partitan Belahan, sebagaimana bunyi Prasasti Pasar Legi yang bertahun 965 Saka atau (1043 Masehi.

Gelar lengkap beliau: PADUKA MPUNGKU BHATTARA GURU SANG PINAKA CANTRANTING BHAWANA. Sebutan Bathara Guru adalah nama sesosok mahadewa dalam beberapa mitologi Jawa masyarakat Jawa.

Berikut situs disekitar Gunung Penanggungan, antara lain : Patirtan Jolotundo, Candi Selokelir, Candi Gapura Jedong, Candi Kendalisodo, Candi Belahan, dan sebagainya. BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Trowulan Mojokerto mencatat 80 situs percandian.

Tahun 1042 prabu Airlangga turun tahta menjadi resi atau pertapa. Madheg Pandito. Sang Prabu adalah seorang Ratu Pinandito - Raja dan sekaligus Pandita.

Menurut Serat Calon Arang, ia kemudian bergelar Resi Erlangga Jatiningrat, sedangkan menurut Babad Tanah Jawi ia bergelar Resi Gentayu. Yang paling dapat dipercaya adalah Prasasti Gandhakuti (1042) yang menyebut gelar Airlangga adalah Resi Aji Paduka Mpungku Sang Pinaka Catraning Bhuwana.

Resi atau Rsi berarti petapa (pencari ilmu bathiniah) atau orang suci. Dalam pemaknaan atas kata, maka nampak memiliki hubungan yang erat dengan arti dari kata PAWITRA yang berarti air suci atau yang dapat dimaknai sebagai ilmu pengetahuan pada masa itu. Karena itu, gunung dimana orang mencari ilmu kesucian, dinamakan gunung Pawitra. Nama awal gunung Penanggungan.

Menurut Serat Calon Arang, terceritakan bahwa Prabu Airlangga berguru kepada Mpu Bharada. Beliau pernah belajar pada Mpu Bharada di Gunung Penanggungan. Di area Gunung Penanggungan terdapat banyak gua-gua atau situs yang lebih mirip dengan tempat peristirahatan (bertapa) yang dapat pula dimaknai (identik ) dengan asrama bagi para mahasiswa pada jamannya.

Bersambung.....

Share :

Berita Popular