Home / Hukum & Krimininal

Perizinan Rumah Karaoke di Tuban Samar, LSM BPPI Klaim Tidak Sesuai Perda.

Berita Bagus - Bojonegoro, 29 Juni 2022, 15:20 WIB

Tuban - Menjamurnya rumah hiburan malam (karaoke) di Bumi Wali Tuban, bukan hal yang rahasia lagi bagi Masyarakat kota pesisir pantura.

Kendatipun disinyalir bertolak belakang dengan jargon Tuban yang bertajuk Bumi Wali, namun kehadiran tempat hiburan malam yang ditengarai bersanding dengan kemaksiatan ini berdiri berderet sepanjang jalan Pantura di Tuban.

Belakangan ini Ketua LSM BPPI DPD Tuban, Sulaiman, mengaku terperanjat setelah mendapatkan data yang menerangkan bahwa sebanyak 11 tempat hiburan malam atau rumah karaoke di Tuban telah memiliki izin.

Pasalnya, menurut Sulaeman izin yang dikantongi ke 11 rumah karaoke ini tidak sesuai dengan Regulasi Perda Tuban. Dalam hal ini Perda Tuban Nomor 04 Tahun 2013 tentang kepariwisataan yang tertuang dalam Pasal 33 dan 34.

Masih menurut Sulaeman, semua yang termaktub didalam pasal tersebut diatas, dengan jelas telah mengatur tentang syarat dan ketentuan pemberian izin tempat karaoke. Semisal mengenai lokasi, waktu operasional, pakaian pemandu lagu, fasilitas ruangan serta larangan adanya penyediaan minuman beralkohol. Sehingga Perda Nomor 04 Pasal 33 dan 34 merupakan dasar atau ketentuan pihak stake holder di Tuban dalam melaksanakan verifikasi.

"Saya rasa izin karaoke yang telah diberikan ini perlu ditinjau kembali, karena dalam praktiknya sangat melenceng jauh dari ketentuan perda," terang Sulaeman kepada pewarta (29/06/2022).

Sesuai data yang diterima BPPI, ke 11 tempat hiburan malam yang menerima ijin tersebut antara lain, A'as Karaoke, Keke Karaoke, Dunia Karaoke, Glamour Karaoke, Lion Karaoke, Happy Karaoke, OK Karaoke, King Karaoke di Wilayah Kecamatan Widang serta King Karaoke yang berada di Wilayah Kecamtan Jenu.

"Dari ke 11 tempat Karaoke yang berijin itu dipastikan tidak sesuai dengan ketentuan Perda didalam pelaksanaannya. Kami meyakini ijin yang diberikan tersebut atas dasar kedekatan antara pihak pengusaha tempat karaoke dengan pemangku kebijakan dalam konteks perijinan," imbuh Sualeman.

Dikutip dari infokita, pihak Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPPPTSP) Kabupaten Tuban melalui Kepala Dinasnya, Endah Nurul, menuturkan bahwasannya dari 11 tempat hiburan malam karaoke tersebut memang telah berizin.

"Ke 11 rumah hiburan malam karaoke tersebut sudah ada izin, sebagian dengan Online Single Submission (OSS) versi Risk Based Appoach (RBA), sedangkan yang lainnya masih OSS versi lama 1.1," tuturnya via pesan WhatsApp.

Masih menurut Endah, hampir semua alur perizinan telah dilakukan verifikasi oleh team teknis, dalam hal tersebut leading sektornya ialah pihak dinas terkait. Kecuali memang izin yang bisa terbit otomatis tanpa dilakukan dilakukan verifikasi team teknis.

"Mekanisme pengawasan ada, bilamana ditemukan ketidak sesuaian maka team teknis bisa merekomendasikan peninjauan izin, bisa diberikan peringatan, pencabutan sementara hingga pencabutan ijin," Pungkasnya.

Lantas bagaimana dengan ketimpangan yang di klaim oleh Ketua BPPI DPP Tuban diatas, apakah rumah hiburan malam (karaoke) ini telah mengantongi izin yang sesungguhnya ?

Jika benar berizin, apakah Tuban Bumi Wali ini juga layak disebut sebagai Bumi Maksiat ? (red)

(bersambung)

Share :

Berita Popular


Menjelang MUNAS PERADI 2020 AD/ART diduga sengaja di Ubah.

Berita Popular

25 Januari 2020, 02:02 WIB

Menjelang MUNAS PERADI 2020 AD/ART diduga sengaja di Ubah.
Sejarah Dan Rangkaian Beserta Makna (Filosofi) Hari Raya Galungan

Berita Popular

14 September 2020, 19:15 WIB

Sejarah Dan Rangkaian Beserta Makna (Filosofi) Hari Raya Galungan
Jadwal Pertandingan Persibo

Berita Popular

01 Agustus 2019, 13:36 WIB

Jadwal Pertandingan Persibo