IMG
Share :

LASKAR Mengapresiasi Kepolisian Yang Telah Melakukan Penegakan Hukum Atas Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan Dokter RSUD Blambangan
Birokrasi - 04 Aug 2020 00:34

  • Banyuwangi - Ketua Lingkar Studi Kerakyatan (LASKAR), Muhammad Helmi Rosyadi mengapresiasi kinerja aparat kepolisian Polresta Banyuwangi yang telah melakukan penegakan hukum atas kasus penganiayaan dan pengeroyokan dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Kabupaten Banyuwangi.

    "Hari ini kami sangat menghargai kinerja aparat kepolisian Polresta Banyuwangi yang telah melakukan penegakan hukum atas kasus penganiayaan dan pengeroyokan dokter RSUD Blambangan," ujar Helmi kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

    Seperti diketahui, Polresta Banyuwangi telah melakukan penegakan hukum atas kasus penganiayaan dan pengeroyokan dokter RSUD Blambangan dan usai diperiksa oleh penyidik kepolisian Polresta Banyuwangi pada hari Senin (3/8/2020), Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawaj Indonesia (GMBI) Distrik Banyuwangi, Subandi telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dibawa ke Mapolda Jawa Timur.

    "Hari ini kita laksanakan penegakan hukum kepada saudara Subandik. Dan yang bersangkutan sudah dibawa ke Polda," kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes. Pol. Arman Asmara Syarifuddin, Senin (3/8/2020).

    Dibawanya ketua LSM GMBI Distrik Banyuwangi tersebut ke Mapolda Jawa Timur untuk kemudian dilakukan join investigasi. Polisi masih menduga adanya keterlibatan oknum lain dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan dokter tersebut.

    Penetapan status tersangka ini setelah dilakukan sejumlah pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Setelah adanya bukti-bukti kuat, hasil pemeriksaan pun menunjukkan bahwa yang bersangkutan terbukti telah melakukan tindak kekerasan terhadap seorang dokter jaga di IGD RSUD Blambangan.

    "Setelah pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti yang dikumpulkan, yang bersangkutan kita lakukan pengamanan," terang Kapolresta Banyuwangi.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketua LSM GMBI tersebut dikenakan pasal 214 dan atau pasal 351 dan atau pasal 170 KUHP. Dengan ancaman pidana penjara selama 8 tahun penjara.(Rb)