IMG
Share :

Guru Olahraga Sekolah Dasar (SD) diduga Sodomi Muridnya
Hukum & Krimininal - 01 Mar 2020 21:51

Padangsidimpuan - Peristiwa memalukan kembali mencoreng dunia Pendidikan Kota Padangsidimpuan dengan aksi penyimpangan sexsual sesama jenis  yang diduga dilakukan oleh RBDT oknum guru olah raga di SD Negeri disalah satu Kota Padangsidimpuan

Peristiwa Memalukan tersebut diketahui saat beberapa Siswa SD melihat aksi bejad oknum guru tersebut  saat melakukan perbuatan bejadnya kepada salah satu korban di kamar mandi Sekolah yang baru di dirikan dan belum difungsikan

"Kami melihat bapak itu di kamar mandi yang baru didirikan dan belum dipungsikan bersama korban dengan inisial (I) yang baru kelas 2 SD, Kami melihat guru tersebut sudah tidak memakai  celana kemudian Kamar mandi kami lempar dan kami langsung  berlari,"ujar DRY (11) salah satu saksi mata saat diwawancarai menaratoday.com. Minggu (1/3/2020) yang mengaku tidak berani sekolah sejak peristiwa tersebut

Korban dan para orang tua korban saat di sambangi awak media


Sementara korban I (8) kepada awak media ini mengakui dengan polos nya dan masih terlihat trauma atas perlakuan yang dilakukan oknum Guru tersebut kepadanya. 

Info yang didapat awak media ini dari
Sg (55) orang tua salah satu korban dengan inisial (I)  mengaku mengetahui peristiwa tersebut dari istrinya saat ianya pulang dari kebun dan menurut pengakuan anaknya para korban di berikan uang 2000 rupiah setiap kali selesai melakukan aksi bejadnya

"Saya tau pada hari kamis (27/2/2020) saat itu saya pulang dari kebun, istri saya langsung menceritakan perihal tersebut,ironisnya selain anak saya, Cucu saya  juga turut menjadi korban dan menurut pengakuan anak-anak, mereka diberikan uang 2000 Rupiah setiap kali dikerjai oknum guru tersebut," Jelasnya

Hal senada juga dikatakan
Yn (35) yang juga orang tua salah satu korban, ianya mengaku tau kejadian yang menimpa anaknya dari pengaduan Sg.

"Saya tau setelah Sg bercerita dan ketika saya tanya anak saya, ianya membenarkan bahwa ianya sudah sering diperlakukan begitu oleh oknum guru tersebut," Ujarnya

Lebih lanjut menurut pengakuan Yn, ia bersama orang tua korban lainnya  sudah membuat laporan polisi ke Polres Padangsidimpuan

"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Padangsidimpuan, korban nya ada 15 orang namun yang ikut kemarin ke Polres baru 8 orang," Pungkas Yn

Ironisnya Pihak Sekolah seolah tidak perduli dengan kejadian memalukan tersebut, begitu juga dari pihak Dinas Pendidikan dan Dinas PPA Kota Padangsidimpuan, Sebab menurut pengakuan para orang tua korban   hingga hari ini belum ada memberikan tindakan yang berarti terhadap para  korban, yang paling parahnya menurut keterangan warga,oknum guru tersebut mantan Residivis dengan kasus yang sama sewaktu mengajar di SD 12 Kota Padangsidimpuan

"Dia pernah ditahan karna kasus yang sama waktu dia mengajar di SD 12 Kota Padangsidimpuan, disini saya melihat kelalaian Dinas Pendidikan, Sudah tersandung kasus begitu, harusnya dia jangan di jadikan pendidik lagi," ujar salah satu warga yang namanya enggan di publikasikan

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Bambang Herianto saat di hubungi awak media melalui pesan Watsappnya membenarkan pihaknya sudah menerima Laporan Kasus Tersebut

"Lagi kita dalami,sabar yah tunggu informasi selanjutnya,"ujar nya singkat. (Ucok siregar)